Rabu, 22 November 2017 | Pukul 05:50 WIB

Rabu, 22 November 2017 | Pukul 05:50 WIB

Rabu, 8 November 2017 | 19:50 WIB

Terkait Reklamasi Polisi Akan Periksa Mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat

Jakarta,Tabloidbongkar.com – Kasus reklamasi di Teluk Jakarta terus berlanjut. Banyak kejaganggalan yang bulan ini mulai disidik Kepolisian. Penyidik tengah mencari tahu apakah pada penetapan NJOP Pulau C dan D yang hanya berkisar 3,1 juta permeter persegi ada dugaan kelalaian dalam penetapan nilainya dalam kasus reklamasi.

“Kan yang kami sudah ketahui nilainya Rp3,1 juta permeter, itukan kami mencoba untuk berangkat dari sana. Untuk melihat apakah di dalam penyusunan nilai NJOP itu ada bentuk pelanggaran di dalam penyusunannya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan kepada wartawan, Rabu (8/11/2017).

Adi melanjutkan, dalam kasus reklamasi teluk Jakarta pihaknya tak menutup kemungkinan akan memanggil mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta untuk mengungkap dugaan korupsi pada kasus tersebut. “Tidak menutup kemungkinan semuanya orang-orang yang ada kaitannya dengan ini akan dimintai keterangan,” katanya.

Penyelidikan kasus ini dimulai sejak September 2017, dengan dasar adanya polemik di masyarakat soal reklamasi. Polisi sudah meminta data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Penyidik lantas meningkatkan status proses hukum proyek reklamasi Teluk Jakarta dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Keputusan ini diambil setelah ditemukannya dugaan korupsi di proyek reklamasi teluk Jakarta itu, saat dilakukan gelar perkara.

Polisi menduga ada pelanggaran ketika penetapan nilai jual objek pajak Pulau C dan D pada Reklamasi Teluk Jakarta. Diduga, penetapan NJOP pada pulau reklamasi itu tidak wajar. NJOP di pulau reklamasi C dan D diketahui hanya sebesar Rp3,1 juta per meter.

Dalam kasus ini Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta, Edi Sumantri akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi reklamasi Teluk Jakarta pada Kamis 9 November 2017 besok.

Komentar